Rabu, 04 Januari 2012

1. Tata panggung


1.     Tata panggung
Panggung adalah pentas atau arena untuk bermain drama. Panggung sebaiknya ditempat duduk penonton dan lebih tinggi dari kursi penonton. Tujuannya agar penonton yang duduk belakang bisa melihat yanga ada dipanggung.
a.     Panggung  teater
Bentuk-bentuk panggung teater pada umumnya terbagi 3 bentukkan, yaitu:
1.     Panggung proscenium adalah bentuk panggung dimana sekat menutupi areal belakang panggung dan posisi penonton berhadapan dengan wilayah depan panggung.
2.     Panggung arena adalah bentuk panggung melingkar atau semacamnya dimana posisi penonton mengitari wilayah panggung.
3.     Bentuk ketiga adalah panggung campuran antara proscenium dam arena disebut tapal kuda.
b.     Panggung arena
Ciri utama pada panggung arena adalah tidak adanya batas antara pemain dengan penonton ,contoh:
1.     Arena sentral (setengah lingkaran)
2.     Bentul L
3.     Segitiga
4.     Ujung







1. Menyusun sataf produksi


Proses teater merupakan sebuah proses organisasi (bentuk kerja kolektif) yang fungsinya tergabung dalam suatu koordinasi yang rapi,juga mencakup pengertian sampai batas-batas yang sentimentil, seperti halnya menusia itu sendiri layaknya seperti sebuah negara. Keberhasilan suatu pertunjukkan teater dapat juga sebagai keberhasilan suatu seni organisasi.
Berikut ini contoh elemen dari sebuah grup teater dalam mengadakan sebuah produksi.
1.   Pimpinan produksi
2.   Sekretaris produksi
3.   Keuangan produksi/bendahara
4.   Urusan dokumentasi
5.   Urusan publikasi
6.   Urusan pendanaan
7.   Stage manager
8.   Properti master
9.   Penata cahaya
10.              Penata kostum

B.PRINSIP KERJA SAMA DALAM TEATER


Suatu pementasan karya seni teater akan sesuai akan sesuai dengan harapan penonton apabila direncanakan dengan baik dan matang. Hal tersebut meliputi pengelola pementasan, penyusunan jadwal penggarapan produksi, dan pengembangan latihan sesuai dengan jadwal. Serta perencanan yang matang tentang penataan arstistik pentas.

3. MENETUKAN ASPEK-ASPEK DRAMATURGI DALM TEKS LAKON YANG DISUSUN.


Pementasan drama yang baik bergantung pada kepaduan unsur dialog (pemain),sutradara sampai penataan panggung. Adapun dalam tehnik pementasan yang berhubungan langsung dengan para pemain yaitu : 1.pemain 2.sutradara.
Berikut inni hal-hal yang perlu diperhatikan oleh setiap calon pemain drama yaitu :
a.     Naskah drama dibaca berulang-ulang
b.     Pemain harus mampu memerankan setiap tokoh
c.      Selain watak,perlu di[perimbangkan perbandingan usia dan perkiraan perwatakan (postur)
Pementasan drama yang baik bergantung pada kepaduan unsur dialog (pemain), sutradara, musik ,tata busana, sampai penata panggung.
Adapun peran dan fungsi tata busana dalm pementasan sebagai berikut :
a.     Mendukung pengembangan watak pemain .
b.     Membangkkitkan daya saran dan daya suasana.
c.      Personalisasi pemain, yaitu untuk membedakan satu pemain dengan pemain lainnya.
Oscar Brocket menyabutkan langkah-langkah dalam suatu latihan berakting sebagai berikut :
  1.  Latihan tubuh
  2. Latihan suara
  3. observasi dan imajinasi
  4. latihan konsentrasi
  5. latihan tehnik 
  6. laitihan akting



2. MENUNJUKKAN STRUKTUR DRAMATIK NASKAH YANG DISUSUN.


Rendra mengemukakan sebelas langkah dalam menciptakan peran yaitu:
a.     Mengumpulkan tindakan-tindakan pokok yang harus dilakukannya oleh sang peran dalam drama
b.     Mengumpulkan sifat-sifat watak sang peran
c.      Mencari dalam naskah, pada bagian mana sifat-sifat pemeran itu yang ditonjolkan.
d.     Mencari dalam naskah, ucapan-ucapan yang hanya memiliki makna yang tersirat untuk diberi tekanan lebih jelas.
e.     Mencimtakan gerakan-gerakan
f.       Menciptakan timming
g.     Memperhitungkan tehnik
h.     Merancang garis permainan yang sedemikian rupa.
i.        Mengusahakan agar perencencanakan tersebut tidak benturan dengan (konsep)penyutradaraan.
j.       Menetapkan bussiness dan blocking yang sudah ditetapkan
k.     Menghayati dan menghidupkan peran dengan imajinasi.

1.MENYUSUN NASKAH DRAMA SENDIRI SESUAI KAIDAH YANG BERLAKU


Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan drama. Sebagai, pemimpin yang bertanggung jawab terhadap kesuksesan pementasan drama, ia tentu harus membuat perencanaan dan melaksanakannya. Tugas sutradara sangat banyak dan bebab tanggung jawabnya cukup berat. Sutradara harus memilih naskah, menentukan pokok-pokok penafsiran naskah, menarik, dan memuaskan penonton, sutradara adalah orang pertama yang berhak mendapatkan acungan jempol.
Bagi seorang sutradara, yang mula-mula dilakukan adalah memilih naskah drama ,lalu naskah itu di baca berulang-ulang, direnungkan, ditafsir-tafsirkan sampai akhirnya mendapatkan kesimpulan bagaimana watak tokoh-tokohnya ,tata riasnya, pengaturan panggungya , dan seterusnya.
Selanjutnya sutradara memilih para pemain , dengan dasar pertimbangannya yaitu pemain harus cocok dengan apa yang dipankannya dalm naskah drama tersebut. Selanjutnya tugas sutradara melatih, membimbing, dan mengarahkan para pemain agar dapat mementaskan tokoh dalam cerita . ini bukan perkara mudah , sebab harus mampu menafsirkan watak dan lagak  tokoh cerita secara tepat, kemudian memindahkan watak dan lagak itu kepada pemain yang dipilhnya .
Dalam pelatihan, sutradara memberikan perintah, aba-aba, petunjuk, dan saran kepada pemain. Sutradara harus ‘tega’ kepada para pemain untuk mengulang dialog  aktingnya sampai benar-benar sesuai dengan tokoh yang diperankannya. Sutradara juga mengkoordinasi pekerjaan kepada petugas agar semuanya berjalan dengan lancar dan serasi srta APIK.

A.MERANCANG PERTUNJUKAN TEATER KREATIF DI ASIA


Jika kita akan mengadakan pertunjukan, yang pertama-tama kita butuhkan adalah NASKAH DRAMA. Naskah drama adalah karangan yang berisi cerita ata lakon. Dalam naskah tersebut termuat nama-nama tokoh dalam crita, dialog yang diucapkan para tokoh, dan keadaan panggungyang diperlakukan, juga dilengkapi penjelasan tata busana, tata lampu, dan tata suara pengiring.
Untuk memudahkan para pemain drama, naskah drama ditulis selengkap-lengkapnya, bukan saja berisi percakapan, melainkan juga disertai keterangan atau petunjuk, misalnya gerakan yang dilakukan pemain,tempat panggung , benda yang dibutuhkan , keadaan panggung , juga tentang bagaimana dialog yang diucapkan (suara lantang,lemah, atau dengan berteriak.)

BAB 8 MERANCANG PERTUNJUKAN TEATER


Proses penciptaan dan pengkajian seni teater sebagai seni pertunjukan untuk bisa menghayati dan memahami kandungan maknanya bersifat hierarkis, berkesinambungan, berkelanjutan secara timbal-balik (formula dramaturgi).